Bank Mandiri Borong 3.000 Ton CO2 di Bursa Karbon

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi meluncurkan Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon), Selasa (26/9/2023). Pada perdagangan perdananya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi efek Bursa Karbon sebesar Rp 29,2 miliar.

Menurut laporan Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik kepada wartawan, nilai tersebut mencakup total volume perdagangan karbon sebesar 459.953 ton CO2. Adapun total transaksi hariannya mencakup 27 transaksi.

Perusahaan perbankan pun berbondong-bondong berpartisipasi pada perdagangan bursa karbon. Bank pelat merah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang kemarin telah melakukan pembelian sekitar 3.000 ton CO2 pada tahap awal sebagai bentuk dukungan dalam upaya pemerintah menurunkan emisi nasional.

Dengan asumsi kredit karbon diperdagangkan dengan harga Rp 69.600 hingga Rp 77.000 per unit karbon, maka BMRI menggelontorkan uang lebih kurang sekitar Rp 208,8 juta hingga Rp 231 juta.

“Sebagai ESG Leader di Indonesia, Bank Mandiri juga menyambut positif seluruh regulasi / POJK yang akan diatur terkait skema perdagangan pasar karbon untuk mendukung transisi ekonomi rendah karbon dan mengakselasi target Indonesia menuju NZE 2060,” ujar Corporate Secretary BMRI Rudi As Aturridha dalam keterangannya, Rabu (27/9/2023).

Ia mengatakan pihaknya juga berkomitmen untuk mengedepankan ESG pada aspek bisnis dan operasional, dengan visi “Becoming Indonesia’s Sustainability Champion for a Better Future” melalui tiga pilar keberlanjutan yaitu Sustainable Banking, Sustainable Operation dan Sustainability beyond banking. Bank Mandiri berkomitmen untuk mencapai Lead Indonesia’s Transition to Low Carbon Economy, Net Zero Emissions in Operations by 2030 dan Catalyzing for Social Impact to achieve SDGs.

“Pada pilar Sustainable Banking, Bank Mandiri berkomitmen meningkatkan sustainable portfolio sesuai POJK 51/2017 dan mengembangkan produk keuangan berkelanjutan pada segmen wholesale maupun ritel,” kata Rudi.

Ia mengungkapkan, per Juni 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan sustainable portfolio sebesar 242 triliun atau 25% dari total portofolio dengan porsi pembiayaan hijau (green financing) sebesar Rp 115 triliun.

“Pada pilar Sustainable Operation, kami terus berupaya mengurangi jejak karbon dan emisi dari aktivitas operasionalnya. Bank Mandiri juga menerapkan green business mindset untuk seluruh pegawai, dengan inisiatif ini diharapkan seluruh mandirian memiliki mindset dan pola kerja yang mengedepankan aspek ESG,” jelas Rudi.

Beberapa langkah dan inovasi yang dilakukan, antara lain meluncurkan digital carbon tracking, menggunakan electric vehicle sebagai kendaraan operasional, instalasi panel surya, dan inisiatif carbon insetting melalui restorasi dan konservasi lahan, dan mendorong efisiensi energi serta optimalisasi air daur ulang di kantor operasional Bank Mandiri.

“Pada pilar Sustainability Beyond Banking, Bank Mandiri secara aktif meningkatkan inklusi keuangan dan literasi finansial melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembinaan Mandiri Agen, kolaborasi dengan fintech seperti Amartha & Crowde, pembinaan petani melalui program Rice Milling Unit (RMU), serta menggandeng Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada program Mandiri Sahabatku,” tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Green Bond BMRI Oversubscribed 3,74 Kali

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *