BSI Buka-Bukaan Soal Investor Strategis dan Aksi Korporasi Tahun 2024


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI membeberkan terkait rencana masuknya investor strategis ke bank syariah terbesar Indonesia itu. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan para pemegang saham saat ini sedang mengkaji terkait rencana tersebut.

Dia mengaku pihaknya sebagai management siap menjalankan apa yang akan diputuskan oleh para pemegang saham terkait rencana investor strategis BSI.

“Sebetulnya pemegang saham sudah punya pertimbangan apakah strategic investor [masuk] ataupun pola yang lain itu memang sedang dikaji lebih jauh,” ujar Hery saat Paparan Kinerja Keuangan BSI 2023 secara virtual, Kamis (1/2/2024).

Dia kemudian menyampaikan BSI telah menambah semarak pasar perbankan syariah di Indonesia. BSI telah menjadi bank syariah yang berhasil menunjukkan tata kelola dan manajemen risiko yang baik. 

“Kalau kita lihat apresiasi dari investor dari analis dan para pemegang saham harga sangat positif. Beberapa hari belakangan ini harga saham kita terus naik, dan market capitalisation kita sekarang sudah tembus lebih dari Rp107 triliun dan menunjukkan ini bagian dari kepercayaan,” paparnya.

Dia menambahkan, BSI saat ini juga telah naik peringkat ke urutan 11 dari sebelumnya ranking 13 di perbankan syariah global.

“Mudah-mudahan kalau ada pergerakan positif lagi kita bisa masuk lebih jauh ke ranking 10 besar,” pungkas Hery.

Seperti diketahui, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) sebagai pemegang saham pengendali rencananya akan melakukan divestasi saham BRIS.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebelumnya mengatakan rencana ini akan mengutamakan investor dari Timur Tengah. Menurutnya, pencarian mitra bisnis baru untuk bank syariah gabungan dari anak usaha himbara itu harus penuh dengan perhitungan dan pertimbangan yang matang. Pasalnya hal ini akan menentukan keberlangsungan kinerja perusahaan.

Selain itu, ia mengatakan investor baru tersebut juga diharapkan dapat membuka gerbang bagi BSI kepada global. Erick mengungkapkan, calon investor baru diutamakan berasa dari negara Timur Tengah.

Terkait dengan aksi korporasi tahun 2024, Hery menyatakan bahwa BSI sebagai lembaga atau organisasi yang going concern tidak pernah menutup kemungkinan untuk berekspansi tergantung kebutuhan dan situasi yang ada.

Namun, sebagai bank yang sedang bertumbuh dan berkembang, ia mengatakan BSI harus mengelola modal dengan baik. Sebab, kata dia, jika melakukan aksi merger and acquisition (M&A), harus dipikirkan kecukupan modal dan ketersediaan dana untuk melakukan investasi.

“Pertumbuhan memang harus di-drive dari dua sisi, organic dan nonorganic,” tandas Hery.

Saat ini, BSI melihat ruang tumbuh perbankan syariah di Indonesia masih sangat luas. Maka, Hery mengatakan strategi anak usaha BUMN itu adalah blue ocean. Terlebih lagi, BSI belum memiliki kompetitor di industri perbankan syariah.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Perkuat Peran Bank Syariah, BSI Perkuat Layanan Sektor Ini

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *