IHSG Hijau Kala Pemilu, Asuransi Tambah Investasi Saham?


Jakarta, CNBC Indonesia – Secara historis, IHSG umumnya selalu menguat pada saat tahun politik. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para investor saham, termasuk industri asuransi.

Diketahui, industri asuransi, khususnya asuransi jiwa menjadi salah satu kontributor besar di investasi saham. Dari total aset investasi per September 2023 yang sebesar Rp534,1 triliun, sebanyak hampir 30% nya berasal dari instrumen saham.

Di sisi lain, secara historis, nilai saham diketahui berekskalasi saat proses pemilu. Misalnya saja, selama proses Pemilu 2004 era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), indeks mengalami kenaikan sebesar 17,7%. Bahkan pada pemilu 2009 era Jokowi, IHSG naik lebih tajam lagi hingga 53,7%.

Melihat hal ini, Ketua Bidang Pengembangan & Pelatihan SDM (Center of Excellent) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Handojo G. Kusuma mengatakan, perusahaan asuransi cenderung melihat kesempatan baik tersebut dengan tetap mempertimbangkan karakteristik bisnisnya.

“Apakah kalau produknya asuransi jiwa trandisional itu naruh banyak di saham apa benar? kan lebih tepat ke Surat Berharga Negara (SBN) mungkin, ya. Jadi disesuaikan dengan perusahaannya,” ungkap Handojo.

Setali tiga uang, Ketua Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, keputusan investasi di asuransi dilakukan mempertimbangkan waktu yang tepat oleh tim pengelolaan asetnya.

“Kalau marketnya lihat saham akan naik, saya percaya di asuransi jiwa sudah antispasi oleh tim inevsasti ini,” kata dia.

Budi menambahkan, secara historis, Pemilu tidak memiliki dampak korelatif atas penetrasi asuransi. Sehingga, ia menargetkan di tahun depan kinerja industri akan tetap tumbuh.

Menurut data AAJI, sampai dengan September 2023 total investasi yang dimiliki industri asuransi jiwa sebesar Rp534,1 triliun. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 0,9% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022.

Investasi industri asuransi jiwa sebagian besar ditempatkan pada instrumen SBN yakni sebesar Rp160,28 triliun atau setara dengan 30% dari total investasi keseluruhan.

Penempatan investasi lainnya yaitu pada Saham sebesar Rp156,64 triliun, Reksadana sebesar Rp89,17 triliun, Sukuk Korporasi Rp43,75 triliun, Deposito sebesar Rp37,26 triliun, Penyertaan Langsung Rp24,61 triliun, Tanah dan Bangunan sebesar Rp14,62 triliun dan instrumen lainnya sebesar Rp7,7 triliun.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Semringah! Wall Street Serentak Dibuka Menghijau

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *