Rahasia Lo Kheng Hong Punya Gaji Sejuta Bisa Beli Rumah Elite


Jakarta, CNBC Indonesia – Investor ulung Indonesia Lo Kheng Hong baru saja berulang tahun. Pria dengan julukan ‘Warren Buffet’-nya Indonesia ini memiliki kisah hidup yang menarik sebelum kaya raya dari saham.

Lo Kheng Hong lahir di Jakarta pada 20 Februari 1959. Saat ini ia menginjak usia 64 tahun.

Lo Kheng Hong berasal dari keluarga yang kurang beruntung secara finansial, sehingga setelah lulus SMA ia tidak langsung melanjutkan kuliah melainkan harus sambil bekerja di Oversheas Express Bank (OEB) sebagai pegawai administrasi.

Bahkan, Lo Kheng Hong pernah tidak memiliki rumah dan tinggal di hunian yang jauh dari layak ketika menikah.

“Ketika saya dulu menikah saya tak punya uang untuk beli rumah, jadi saya numpang di rumah adik dari Ibu saya. Rumah yang sudah tua ukurannya 5×10 satu lantai, lantainya bukan keramik jadi sangat tua sekali,” kata cerita investor kakap itu dalam YouTube WinMax, dikutip Rabu (15/1/2023).

Lo Kheng Hong mengatakan rumah pertama yang ia bidik saat bekerja sebagai tata usaha di salah satu bank adalah sebuah rumah sederhana dengan tipe 40/90 di kawasan Kosambi, Jakarta Barat seharga Rp 45 juta. Gajinya dulu hanya sebesar Rp 1 juta pada tahun 1990an.

“Padahal di Jakarta Barat itu ada perumahan yang sangat elite waktu itu di Green Garden, itu saya nggak berani lihat. Karena saya sebagai sebagai seorang Klerek di bank dengan gaji kecil mungkin hanya setara Rp 1 juta,” ungkapnya.

Namun, bak ketiban durian runtuh, Lo Kheng Hong mendadak mendapat cuan banyak dari investasi saham yang telah Ia miliki sejak lama. Ia jadi mampu membeli rumah mewah di kawasan elite yang tak terbayangkan sebelumnya.

“Akhirnya akhir 1993 itu, type money policy uang ketat itu dilonggarkan dan saham-saham pada naik. Saya dapat uang banyak sekali dan justru yang saya beli itu bukan yang di Kosambi, tapi yang di Green Garden. Yang saya nggak pernah berani lihat, justru di situ saya beli,” sebutnya.

Setelah membeli rumah mewah, Lo Kheng Hong pun¬†mencicil perabotan satu-per satu. “Beli masih tanah kosong, dicicil bertahap baru kita isi pelan-pelan, nggak langsung. Kita jalan-jalan ke mall beli ranjang 1, beli sofa. Ngga pakai interior desain asal beli ketemu apa beli aja,” ucapnya.

Lo Khong Hong memberi saran kepada generasi millenial untuk memanfaatkan pendapatan dengan membeli aset yang nilainya tidak terdepresiasi. Seperti mobil atau barang mewah lainnya.

“Nilai seseorang itu kan bukan apa yang dia pakai, tapi dilihat dari apa yang dia katakan dan lakukan. Kalau dia lebih baik beli mobil daripada rumah, keliru. Kalau mobil kan depresiasi kalau rumah apresiasi,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Lo Kheng Hong Sebut Kebiasaan Warga RI Ini Bikin Miskin

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *