Saham BBRI Menguat Sendiri & Topang IHSG

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten berkapitalisasi pasar terbesar kedua di bursa yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terpantau menguat pada perdagangan sesi I Selasa (7/11/2023), di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terkoreksinya tiga saham bank raksasa lainnya.

Hingga pukul 12:00 WIB, saham BBRI terpantau menguat 0,48% ke posisi harga Rp 5.225/unit. Saham BBRI pada sesi I hari ini bergerak di rentang harga Rp 5.175-Rp 5.250 per unit.

Saham BBRI sudah ditransaksikan sebanyak 7.002 kali dengan volume sebesar 67,52 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 352,26 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 791,9 triliun.

Hingga pukul 12:00 WIB, di order bid atau beli, pada harga Rp 5.200/unit, menjadi antrean beli paling banyak di sesi I hari ini, yakni mencapai 162.492 lot atau sekitar Rp 84 miliar

Sedangkan di order offer atau jual, di harga Rp 5.300/unit menjadi antrean jual terbanyak pada sesi I hari ini, yakni mencapai 213.681 lot atau sekitar Rp 113 miliar.

Saham BBRI masih mempertahankan penguatannya meski IHSG dan tiga saham bank raksasa lainnya sudah mulai terkoreksi. BBRI menjadi salah satu penahan koreksi IHSG di sesi I yang mencapai 2,9 indeks poin.

Jika menghitung perdagangan sesi I hari ini, maka saham BBRI sudah menguat selama empat hari beruntun, dengan tiga hari sebelumnya melesat lebih dari 1%. Dalam empat hari beruntun, saham BBRI sudah melonjak 5%.

Sementara itu dari kinerja keuangannya, laba bersih BBRI periode berjalan sebesar Rp 44,21 triliun pada kuartal III-2023, naik 12,46% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Perolehan laba tersebut tidak terlepas dari pendapatan bunga yang naik 14,43% menjadi Rp 131,89 triliun pada kuartal III-2023.

Seiring dengan peningkatan tersebut, beban bunga BRI juga membengkak menjadi Rp 30,69 triliun dari yang setahun sebelumnya Rp 18,74 triliun.

Lantas, pendapatan bunga bersih BRI selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp 101,19 triliun, naik 4,85% dari yang setahun sebelumnya Rp 96,50 triliun.

Sementara itu, rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sepanjang sembilan pertama tahun ini turun jadi 6,97%, dari yang sebelumnya 7,23%.

Pada penyaluran kredit, BRI secara konsolidasi tercatat sebesar Rp1.184,68 triliun, meningkat 12,51% yoy pada kuartal III-2023 dari yang setahun sebelumnya Rp1.054,72 triliun. Sementara dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp1.290,29 triliun dengan porsi CASA sebesar Rp 821,13 triliun.

Adapun total aset BBRI pun kali ini tercatat menjadi Rp 1.851,96 triliun pada periode akhir September 2023.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Saham BBRI Sentuh Rekor Tertinggi Lagi di Rp 5.750/unit

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *