Saham CUAN ARB Usai Suspensi Dibuka, Investor Antre Tarik Rp500 M


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terpantau ambles dan sudah menyentuh auto reject bawah (ARB) pada perdagangan sesi I Selasa (16/1/2024), setelah suspensi saham CUAN kembali dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) per hari ini.

Per pukul 09:50 WIB, saham CUAN terpantau ambles 9,87% ke posisi Rp 12.100/unit. Saham CUAN pun sudah menyentuh ARB pada sesi I hari ini.

Saham CUAN sudah ditransaksikan sebanyak 329 kali dengan volume sebesar 1,09 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp 13,14 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 136,03 triliun.

Hingga pukul 09:50 WIB, di order offer atau jual, di harga Rp 12.100/unit, menjadi antrian jual terbanyak pada sesi I hari ini sekaligus menjadi harga batas bawahnya, yakni mencapai 410.003 lot atau sekitar Rp 496 miliar.

Sementara di order bid atau beli, belum ada antrean yang tertera kembali, menandakan bahwa saham CUAN sudah menyentuh ARB.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CUAN sudah mulai dapat kembali ditransaksikan pada hari ini, Selasa 16 Januari 2024.

“Perdagangan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 16 Januari 2024,” tulis manajemen BEI, Selasa (16/1).

Namun sayangnya, setelah suspensi dibuka, BEI pun juga memasukan saham CUAN ke dalam daftar saham pemantauan khusus per hari ini.

CUAN memenuhi salah satu dari 11 kriteria emiten yang masuk papan pemantauan khusus. Saham Petrindo Jaya Kreasi memenuhi kriteria nomor 10, yakni dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan.

Dengan masuknya saham CUAN ke dalam papan pemantauan khusus, maka ada potensi bahwa saham CUAN dapat terkoreksi hingga Rp 1 atau satu perak.

Selain dapat terkoreksi ke level satu perak, masuknya CUAN ke dalam papan pemantauan khusus membuatnya sudah menyentuh ARB, meski koreksinya baru sekitar 10%.

Perdagangan saham CUAN di suspensi sejak sesi pertama perdagangan 19 Desember 2023 hingga saat ini. Sejak suspensi dilakukan, otoritas bursa melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saham CUAN.

Suspensi ini dilakukan setelah saham CUAN meroket hingga 6.000% pada tahun lalu. Sebelumnya,BEIjuga sempat menyampaikan akan melakukan pemeriksaan terkait kenaikan fantastis saham CUAN.

Selain itu, BEI juga akan membuka peluang agar saham CUAN diperiksa lebih dalam oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia mengatakan hal itu demi membuktikan indikasi manipulasi yang BEI laporkan atas saham tertentu.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gembok Dibuka, Saham CUAN Naik atau Nyungsep?

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *